Cara Menanam Mawar Semi Holland Bagian 2


Pada artikel cara menanam mawar semi holland bagian 1 saya membahas mengenai pemilihan bibit mawar, setelah Anda mendapatkan pilihan yang cocok terkait bibit mawar apa yang harus Anda pilih, pada artikel cara menanam mawar semi holland bagian kedua ini akan saya fokuskan kepada cara pembukaan lahan atau pembuatan lingkungan kebunnya.

Untuk mendapatkan lingkungan yang cocok untuk budidaya mawar, pada artikel sebelumnya saya juga pernah membahas mengenai syarat budidaya tumbuhan mawar. Nah, supaya kondisi lingkungan kebun mawar mirip dengan kondisi syarat-syarat tersebut, biasanya petani dapat mengakalinya dengan membuat rumah kaca untuk tanaman.

Rumah kaca mawar

Rumah kaca mawar

Rumah kaca yang dibuat adalah rumah kaca tradisional yang terbuat diantaranya oleh tiang-tiang bambu dan atapnya ditutupi oleh plastik UV (Ultra Violet) yang berfungsi untuk menjaga tanaman mawar dari radiasi sinar matahari dan guyuran hujan yang berlebihan. Bagaimana cara membuatnya? Anda minta saja tukang kayu yang ada di daerah Anda, kalau di Bandung rumah kaca ini biasa disebut dengan “Geha”, singkatan dari “Green House”.

Setelah Geha jadi, tanah peruntukan mawarnya harus Anda cangkul atau dibajak hingga gembur kurang lebih dicangkul/dibajaknya sedalam 30 cm, sekaligus bersihkan juga lingkungan kebun dari rerumputan liar atau bebatuan jika ada. Kemudian setelah semuanya dikerjakan seperti itu, diamkanlah tanah tersebut selama 15-30 hari agar tanah terbebas dari gas-gas beracun dan menjadi matang.

Langkah berikutnya adalah membuat bedengan. Buatlah bedengan dengan lebar sekitar 100-120 cm dan tinggi sekitar 30 cm, panjangnya tinggal menyesuaikan lahan yang ada. Pada pinggiran-pinggiran bedengan dilapisi dengan plastik UV dan gunakan potongan-potongan bambu untuk menyangganya, serta buatlah jarak antar bedengan sekitar 80-100 cm untuk memudahkan jalan masuk.

Langkah terakhir adalah dengan memberikan pupuk terhadap bedengan-bedengan tersebut. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos/kandang seperti kotoran ayam dengan perbandingan sekitar 20-30 ton per hektarnya atau jika dirata-ratakan setiap tanaman mendapatkan satu sampai dua kilogram pupuk. Pemberiannya adalah dengan cara menyebar dan mencampurkannya dengan tanah secara merata, lakukan hal ini sembari merapikan bedengan-bedengan. Setelah selesai, diamkan lahan selama 1-2 minggu agar pupuk meresap dan tercampur kedalam tanah dengan baik.
Nah, lingkungan kebun mawar untuk budidaya pun sudah jadi, pada artikel berikutnya dengan judul cara menanam mawar bagian 3 (terakhir) akan dibahas mengenai cara menanam bibit mawar pada lahan tersebut.


2 Comments

  1. BUJEL September 5, 2016
    • Admin September 5, 2016

Leave a Reply