Cara Merawat Mawar Semi Holland


Setelah mengetahui langkah-langkah cara menanam bunga mawar Semi Holland dari awal (pemilihan bibit) hingga penanaman. Kini tiba saatnya untuk membahas cara merawat mawar jenis ini. Namun, jika Anda belum tahu bagaimana cara menanam bunga ini untuk budidaya, maka silahkan baca artikel saya sebelumnya mengenai cara menanam mawar Semi Holland.

Sedangkan cara merawat mawar Semi Holland yang pertama adalah melakukan penyiangan. Apa yang dimaksud dengan penyiangan, kenapa bukan disebut pemalaman, hehe? Penyiangan adalah suatu kegiatan pembersihan tanaman utama (mawar) dari tumbuhan liar yang tidak diinginkan kehadirannya seperti rumput liar. Tumbuhan-tumbuhan liar yang berada disela-sela tanaman mawar ini harus dicabuti karena bisa menurunkan hasil panen/kualitas bunga yang dapat dicapai oleh mawar, tumbuhan-tumbuhan ini dalam bahasa pertanian disebut dengan nama gulma.
Cara Merawat Mawar

Dalam budidaya mawar Semi Holland, dimana penanamannya dilakukan dalam bedengan, maka setiap gulma yang terdapat pada bedeng harus dibersihkan (dicabuti) pun jika terdapat pada tanah untuk jalan si petani juga harus dibersihkan, intinya lingkungan budidaya mawar harus selalu bersih. Tujuannya adalah agar gulma-gulma tersebut tidak menjadi sarang penyakit atau hama sehingga panen/kualitas bunga mawar yang dihasilkan dapat diproduksi secara maksimal.

Melakukan penyiangan tergantung dengan pertumbuhan gulma, jika gulma sudah terlihat banyak, maka harus segera dilakukan penyiangan. Namun, idealnya/rata-rata melakukan penyiangan bisa dilakukan dua kali dalam sebulan. Sedangkan alatnya dapat dilakukan dengan menggunakan kored maupun dengan tangan kosong, yang terpenting adalah penyiangan harus dilakukan secara hati-hati agar akar tanaman utama (mawar) tidak rusak.

Untuk menghemat biaya tenaga kerja, sembari melakukan penyiangan, dapat juga sekaligus melakukan pemupukan. Jenis pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK berlabel 5-10-5, label 5-10-5 artinya NPK tersebut mengandung nitrogen 5 persen, fosfor 10 persen dan kalium 5 persen, sedangkan sisanya (80%) biasanya terdiri atas nutrisi lain atau filler.

Pemberian pupuk NPK tersebut adalah sebanyak 5 gram untuk setiap tanaman. Sedangkan teknik pemberiannya adalah dengan cara menaburkannya kedalam parit-parit kecil dan dangkal disekeliling tajuk tanaman atau diantara barisan tanaman. Setelah itu, tutupi dengan tanah tipis lalu siram dengan air hingga cukup basah.

Cara merawat mawar selain penyiangan dan pemupukan seperti yang telah dijelaskan diatas adalah pengairan dan penyiraman. Ketika mawar sedang berumur satu sampai dua bulan setelah masa tanam atau pada fase awal pertumbuhan, penyiraman harus dilakukan secara rutin satu sampai dua kali setiap harinya. Waktu yang tepat untuk melakukan penyiraman adalah pada saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi yakni pada pagi dan sore hari. Pengairan harus dilakukan secara merata menggunakan alat bantu gembor (emrat) atau melalui selang dan pompa air. Pengairan berikutnya berangsung-angsur dapat dikurangi tergantung dari faktor jenis tanah maupun cuaca dimana Anda melakukan budidaya mawar.


Leave a Reply