Mawar Putih Untuk Mama, Haruskah Setiap Tanggal 22 Desember?


Di Indonesia terdapat hari peringatan untuk mama yang dinamakan dengan hari ibu dan menjadi perayaan nasional setiap tanggal 22 Desember. Hari ibu merupakan perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya dengan cara membebastugaskan ibu dari tugas-tugas yang biasanya dia kerjakan (pekerjaan sehari-hari ibu rumah tangga) baik untuk anak-anak atau suaminya. Hari ibu hampir dirayakan diseluruh dunia namun dengan tanggal yang berbeda-beda. Contohnya di Amerika dan 75 negara lain merayakannya pada hari minggu dipekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah diperingati pada setiap tanggal 8 Maret, dll.

Bagi anak-anak yang merayakan hari ibu, sebagian anak memberikan hadiah seperti bunga mawar untuk memperingatinya. Bunga mawar putih untuk mama memang warna yang paling tepat untuk diberikan kepadanya dibanding warna mawar yang lainnya. Hal ini dikarenakan bunga mawar putih memiliki makna cinta yang sejati, kesucian serta kemurnian hati. Cinta seorang mama kepada anak-anaknya pastilah merupakan cinta sejati yang suci juga murni, sehingga tak salah jika mawar putih untuk mama adalah kado yang tepat untuk perayaan hari ibu sebagai simbol pembalasan cinta mereka kepada ibunya.

Namun pertanyaannya adalah, apakah mawar putih untuk mama hanya untuk diberikan setiap tanggal 22 Desember saja? Dan mengapa peringatan hari ibu di Indonesia dirayakan setiap tanggal 22 Desember? Penetapan hari ibu di Indonesia diawali ketika pada tanggal 22 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kalinya (bertempat di Yogyakarta). Misi kongres tersebut adalah untuk memerdekakan serta perbaikan nasib kaum perempuan. Oleh sebab itu, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit presiden nomor 316 tahun 1959 yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember dijadikan sebagai hari ibu nasional di Indonesia.

Mawar putih untuk mama

Apakah Anda setuju mawar putih untuk mama hanya diberikan setiap tanggal 22 Desember saja? Begitu besar pengorbanan seorang ibu terhadap anak-anaknya, ia telah mengandung kita dalam perutnya selama 9 bulan lebih yang pastinya seluruh gerak-geriknya menjadi terhambat oleh kita, rasa sakit yang bukan main ketika melahirkan kita kedunia, waktu istirahatnya selalu terganggu untuk merawat kita, menyusui dan lain sebagainya yang tidak akan pernah bisa kita balas jasanya tersebut. Bahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun pernah bersabda: “Seandainya kita diberi kemampuan membayar setiap tetes ASI, tidak akan ada seorang pun yang dapat melunasi jasa Ibu seumur hidup kita”.

Memperingati hari ibu seharusnya dilakukan setiap hari dan bukan hanya satu hari dalam setahun saja. Memperingatinya pun tidak harus selalu dengan memberikan kado/hadiah berbentuk barang atau sebagainya. Seorang ibu sudah senang apabila anaknya berbakti kepadanya entah itu hanya dengan bahasa kita yang selalu lembut tanpa pernah membentaknya, selalu meneleponnya ketika sudah tidak serumah lagi dengannya, merawat dan selalu menaatinya dalam hal-hal yang bukan maksiat kepada Tuhan.

Pemberian kado semisal mawar putih untuk mama tidak harus selalu dilakukan dan hanya pada tanggal 22 Desember saja. Jika Anda adalah seorang yang berkecukupan, maka lebih baik memberikan bunga mawar tersebut semisal sebulan sekali, itu pun jika beliau menyukai bunga mawar, jika tidak, berikanlah hal lain yang dia sukai dan jangan hanya memberikannya sekali dalam setahun.


Leave a Reply