Tunas Mawar Ini Wajib Dipotong!


Tanaman mawar yang dikembangkan di Indonesia kebanyakan merupakan tanaman mawar yang diperbanyak dari proses teknik okulasi. Pun dengan bibit mawar yang kami kembangkan merupakan bibit mawar yang diproses melalui teknik okulasi. Apa itu teknik okulasi? Yakni teknik penempelan mata tunas pada batang bawah dimana batang bawah ini didapat dari jenis mawar liar (mawar pagar) dan ditempel dengan entres (mata tunas) yang diambil dari batang atas jenis mawar yang bukan mawar liar. Anda dapat memahami lebih lanjut bagaimana proses okulasi ini dilakukan pada artikel sebelumnya: Cara Okulasi Mawar.

Bila Anda menanam bunga mawar dari bibit hasil teknik okulasi, terdapat pemotongan batang (tunas) yang sangat wajib dilakukan. Karena apabila tunas ini tidak dipotong, maka tanaman mawar Anda akan mati. Jadi tunas apakah itu?Seperti telah disebutkan di atas bahwa tanaman mawar okulasi terdiri atas batang bawah yang ditempel oleh mata tunas dari batang atas. Pertama-tama, kita kenali dulu yang mana sih batang bawah itu? Lihat pada gambar berikut:

tunas mawar

Pada gambar tersebut ditunjukkan bahwa nomor satu adalah batang bawah. Nomor dua adalah hasil tempelan mata tunas dari proses okulasi, dimana proses okulasi itu memiliki bekas sayatan pada batang bawah. Yang ingin kami jelaskan pada nomor tiga dan empat adalah bahwa tunas yang muncul dari sumber bekas sayatan okulasi merupakan jenis mawar spesies tertentu atau sebagai tunas yang kita inginkan keberadaannya. Sehingga batang atau tunas yang muncul dari sumber sayatan okulasi tidak boleh dibuang karena itu merupakan jenis mawar yang bisa menjadi mawar semi holland atau pun mawar hias lainnya. Lalu, bagaimana dengan nomor lima?

Inilah tunas mawar yang wajib dipotong! Tunas baru pada tanaman mawar okulasi tidak serta merta pasti muncul dari bekas sayatan okulasi saja. Namun bisa terjadi pada bagian lain dari batang bawah yang notabene adalah batang mawar liar. Nomor lima pada gambar di atas menunjukkan bahwa tunas tersebut adalah tunas yang wajib dipotong. Namun, kenapa tunas itu wajib dipotong atau dibuang?

Tunas yang muncul tersebut adalah tunas mawar liar karena tumbuh tidak dari sumber bekas sayatan atau irisan okulasi. Sehingga apabila tunas ini dibiarkan tumbuh membesar, dia akan menjadi batang utama dan mengalahkan batang hasil okulasi dimana batang hasil okulasi pasti kalah karena sifatnya hanya menumpang pada batang mawar liar alias mati. Jika batang hasil okulasi sudah kalah perkembangannya (mati), maka yang terjadi adalah Anda sedang menumbuhkan mawar liar. Misal yang Anda tanam adalah mawar merah sexy red (mawar merah semi holland), maka bila tunas mawar liar tadi dibiarkan tumbuh, mawar merah Anda tentunya akan mati dan berubah menjadi mawar liar saja.

Lalu bagaimana cara memotongnya? Sederhana saja, Anda tinggal memetik habis atau memotong langsung dari pangkalnya menggunakan tangan sampai bersih (terambil semua tunas mawar liar dari batang bawah) dan jangan dipotong sehingga meninggalkan sisa, karena dapat berakibat tunas mawar liar lainnya akan tumbuh lebih cepat dan lebih bagus. Lihat gambar berikut:

Potong tunas mawar liar dari pangkalnya langsung.

Potong tunas mawar liar dari pangkalnya langsung.

Hingga menjadi seperti ini

Hingga menjadi seperti ini

Bila masih kurang paham, silahkan tonton juga video berikut ini:

Nah, itulah tadi penjelasan mengapa terdapat tunas mawar yang wajib dipotong apabila tanaman mawar yang Anda miliki merupakan mawar hasil proses teknik okulasi. Semoga dengan tips ini Anda dapat lebih memahami cara menanam atau merawat tanaman mawar dengan lebih baik lagi. Terima kasih dan selamat berkebun.


2 Comments

  1. Kt subakti October 2, 2016

Leave a Reply