Mawar Cinta – Kenapa Mawar Identik Dengan Cinta?

Kenapa bunga mawar selalu identik dengan cinta? Padahal, banyak sekali bunga-bunga indah lainnya selain mawar yang dapat diungkapkan sebagai lambang cinta? Namun, hanya bunga mawar lah yang selalu identik dengan cinta. “Mawar adalah cinta”, mungkin itu kata yang terbesit dari kebanyakan orang apabila mendengar kata mawar.

Bunga mawar memiliki banyak sekali ragam warna, akan tetapi bunga mawar warna merah adalah warna yang paling populer terutama untuk mengungkapkan cinta. Padahal konon menurut sejarahnya, bunga mawar asalnya tidak ada yang berwarna merah melainkan hanya putih dan merah muda. Bunga mawar merah diyakini muncul karena hasil pembuahan campuran pada genetikanya.

Namun, mitos tentang asal mula bunga mawar merah lebih populer yang juga sekaligus menerangkan mengapa mawar identik dengan cinta khususnya mawar merah.

Mitos Mawar Pertama

Dari legenda Yunani kuno, terdapat dewa yang bernama Cupid (dewa asmara) yang tugasnya untuk menembakan panah asmara kepada dua pasangan sehingga bisa menjadi jatuh cinta. Cupid memiliki anak yang bernama Venus yang memiliki tugas yang sama.

Pada suatu ketika Venus akan menembakan panah asmaranya namun ia disengat lebah sehingga tidak sengaja menembakan panahnya ke arah kebun mawar putih. Panah itu membuat bunga mawar yang tidak berduri menjadi berduri. Ketika ia pergi ke kebun mawar tersebut untuk mengambil anak panah, ia tertusuk duri mawar. Lantas tetesan darahnya membuat mawar putih tersebut berubah menjadi mawar merah. Hal inilah yang mengakibatkan bunga mawar merah identik dengan cinta karena awal mulanya berasal dari Venus sang Dewi cinta.

Mitos Mawar Kedua

Mitos kedua berasal dari cerita kuno Arab. Pada waktu itu bunga mawar tidak ada yang berwarna merah melainkan putih semua. Pada suatu malam, datang seekor burung bulbul yang menghampiri bunga mawar putih. Melihat keindahan mawar putih itu, burung bulbul langsung jatuh cinta.

Burung bulbul tidak tahu cara bernyanyi yang merdu, burung itu hanya bisa berteriak dan berkicau dengan suara yang parau. Burung bulbul sangat jatuh cinta dengan mawar putih yang mengakibatkan ia ingin bernyanyi (merayu) mawar putih walaupun tidak dapat bernyanyi dengan merdu.

Cinta burung bulbul akhirnya  bertambah besar dan memutuskan bahwa ia ingin bersatu dengan mawar putih. Ia pun memutuskan untuk menempelkan dirinya dengan cara menekan tubuhnya ke bunga mawar putih tersebut sehingga duri pada mawar itu menusuk hatinya dan keluarlah darah bulbul yang mewarnai bunga mawar putih menjadi merah selamanya.

Kedua mitos tersebut menceritakan pengorbanan cinta yang dibuat sehingga mawar putih menjadi merah, sehingga akhirnya mawar merah selalu identik dengan yang namanya cinta. Walau pun begitu, keduanya adalah mitos yang tidak dapat diuji secara empiris kebenarannya. Namun hanya dapat dijadikan sebagai suatu cerita yang menjadi alasan mengapa mawar merah identik dengan cinta.

Teori yang lebih ilmiah dan masuk akal adalah dikarenakan bunga mawar memang indah dan elegan. Bunganya yang indah namun berduri (batangnya) menunjukkan bahwa cinta selalu perlu pengorbanan. Untuk mendapatkan bunga mawar yang indah, perlu pengorbanan untuk mendapatkannya karena tangan bisa terluka jika tidak hati-hati dalam memegangnya. Begitu pun dengan cinta manusia, untuk mendapatkan cinta yang sejati, tak sedikit orang yang harus memperjuangkannya karena selalu ada rintangan dalam mendapatkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here