Cara Menanam Mawar di Tanah

Cara menanam mawar di tanah yang akan dipaparkan pada postingan ini adalah cara menanam mawar khusus apabila Anda membeli tanaman mawar dengan sistem online dari kami. Paparan yang akan diberikan mengacu kepada bentuk pengemasan yang kami lakukan.

Walau pun begitu, paparan disini dapat Anda praktekan juga apabila Anda membeli mawar dengan cara online dari tempat lain karena biasanya bentuk pengemasannya tidak akan jauh berbeda.

Bila Anda mendapatkan tanaman mawar dari kami, maka berikut contoh pengemasannya:

Bukalah penutup plastik bagian atas (penutup batang, daun, kuncup) tetapi jangan dibuka penutup plastik (polibag) bagian bawah (penutup akar).  Setelah bagian atasnya dibuka, siramlah keseluruhan tanaman mawarnya dan diamkan selama kurang lebih 1 jam atau sampai tanaman mawar terlihat lebih segar dibanding ketika baru sampai.

Setelah itu, buka penutup akar namun jangan membuang cocopeat (sabut kelapa yang dihaluskan) pada bagian akar. Cocopeat yang menyelimuti akar berfungsi agar mawar dapat lebih tahan (kuat) diperjalanan.

Pada tahapan ini, mawar tidak boleh langsung ditanam ke tanah. Karena mawar merupakan tanaman yang rentan stres bila langsung ditanam ke tanah dalam bentuk pengemasan online. Oleh karena itu, mawar terlebih dahulu harus dikarantina dengan menanamnya pada media polibag.

Plastik pembungkus akar yang kami gunakan adalah polibag, Anda dapat menggunakannya untuk proses karantina. Namun, sebelumnya Anda harus membuat lubang pada bagian bawah polibag tersebut agar aliran siraman air dapat terbuang dengan baik.

Untuk mempercepat proses karantina (adaptasi pada lingkungan baru), media tanam yang paling bagus untuk digunakan adalah sekam mentah. Bila tidak ada, Anda dapat menggunakan sekam bakar atau cocopeat.

Jangan menggunakan tanah sebagai medianya karena tanaman mawar tidak suka apabila medianya terlalu padat karena dapat mengakibatkan akarnya yang serabut tidak dapat beradaptasi dengan baik dan hanya akan memperlambat pertumbuhannya.

Dan yang harus paling diperhatikan adalah, tidak boleh menambahkan pupuk baik itu pupuk kandang atau kompos pada media tanam awal. Karena pupuk bersifat panas, sedangkan tanaman yang baru pindah dimana akar belum beradaptasi dengan baik akan mengakibatkan tanaman mawar menjadi gosong.

Batang yang muncul pada hasil tempelan okulasi sebaiknya berada di atas permukaan media tanam. Setelah ditanam pada polibag, segera siram dengan air yang banyak. Kemudian simpanlah di tempat teduh selama kurang lebih 1 minggu atau sampai tanaman mawar Anda terlihat segar dan dapat berdiri tegak.

Setelah kurang lebih 1 minggu disimpan di tempat teduh, selanjutnya Anda harus memindahkannya ke tempat yang panas (tempat yang terkena sinar matahari minimal 6 jam per hari). Untuk teknik penyiraman, silahkan baca artikel sebelumnya yakni: Cara Penyiraman Tanaman Mawar.

Barulah setelah 2 minggu di tempat panas (total 3 minggu masa karantina), Anda dapat memindahkan mawar Anda untuk di tanam di tanah langsung. Pemilihan lokasi penanaman harus berada di tempat terbuka (terkena sinar matahari minimal 6 jam per hari).

Gali tanah sedalam dan sesuai ukuran polibag. Pada tahapan ini Anda dapat menambahkan sedikit pupuk kandang baik itu kotoran sapi, kambing, ayam atau kompos pada dasar galian dengan cara meratakannya.

Buka polibag dengan cara merobeknya sehingga bentukan media tanam tidak hancur. Kemudian masukan ke dalam lubang tanam tersebut. Lalu padatkan dengan tanah galian sebelumnya. Siram segera setelah mawar ditanam.

Untuk lebih memperjelas, silahkan tonton juga videonya berikut ini:

Rawatlah tanaman mawar Anda dengan baik, untuk tips perawatan bunga mawar, silahkan baca pada artikel Cara Merawat Mawar Agar Rajin Berbunga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here