Cara Penyiraman Tanaman Mawar

Mawar merupakan tanaman hias yang memiliki bunga sangat indah nan cantik. Indonesia merupakan negara tropis dimana tanaman mawar dapat tumbuh baik dan berbunga sepanjang tahun karena tidak ada masa musim gugur dan musim dingin.

Mawar adalah tanaman panas, mawar akan rajin berbunga dan tumbuh subur bila di tanam di tempat yang terkena matahari sepanjang hari (full sun). Intensitas sinar matahari yang diperlukan mawar setiap harinya adalah minimal 6 jam per hari.

Lalu bagaimana dengan suhu udara?

Mawar memang akan lebih cocok jika ditanam di dataran tinggi dimana suhu udaranya sejuk terlebih bila diperuntukan sebagai budidaya bunga mawar potong. Namun, bila diperuntukan sebagai tanaman hias untuk menghiasi pekarangan rumah, maka tidak masalah bila ditanam di dataran rendah yang memiliki suhu udara yang relatif lebih panas.

Banyak yang ketakutan mawarnya tidak bisa hidup bila ditanam di daerah dataran rendah karena suhu udara yang lebih panas. Oleh sebab itu, tak jarang penyuka tanaman mawar yang berada di lokasi dataran rendah menyimpan atau menanam mawar di tempat yang relatif teduh (di tempat yang terkena intensitas sinar matahari yang lebih sedikit dengan alasan mawarnya takut layu.

Hal tersebut adalah keliru, karena tanaman mawar sangat membutuhkan sinar matahari minimal 6 jam perhari agar mendapatkan pertumbuhan yang bagus. Faktor yang harus diperhatikan sebenarnya adalah dari sisi penyiraman.

Mawar adalah tanaman panas (butuh sinar matahari), namun tidak boleh telat melakukan penyiraman. Faktor pemberian air merupakah hal yang paling krusial. Mawar tidak boleh sampai ditinggalkan penyiramannya walau pun itu hanya 1 hari terlebih bila ditanam di daerah dataran rendah.

Oleh sebab itu kadang mawar disebut tanaman yang manja karena memerlukan perawatan yang ekstra dari pemiliknya. Bila dalam kondisi musim kemarau, jangan pernah sekalipun Anda sampai telat menyiram tanaman ini. Setiap harinya mawar harus disiram baik itu yang berada di dataran tinggi mau pun di dataran rendah. Hanya saja intensitas penyiraman agak berbeda.

Bila di dataran tinggi, mawar cukup disiram sebanyak 2 kali dalam sehari. Siramlah pada jam 10 pagi dengan pemberian air yang cukup banyak sehingga dia akan tetap segar melewati matahari siang. Kemudian pada sore harinya siramlah pada jam 3 atau 4 sore, intensitasnya tergantung kondisi media tanam. Bila masih terlihat agak lembab, maka siram secukupnya, namun bila terlihat sudah kering, maka siram kembali dengan air yang cukup banyak.

Bila di dataran rendah, terutama dimana suhu udaranya sangat panas, penyiraman harus dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari. Siramlah pada jam 7 pagi secukupnya menggunakan air mengalir dari selang terutama pohonnya. Kemudian siram kembali pada jam 11 siang dengan air yang cukup banyak. Lalu siram kembali pada jam 3 atau 4 sore dengan air yang cukup banyak juga.

Jadi pada intinya, kelembapan mawar harus selalu diperhatikan. Bila kurang penyiraman, mawar akan rentan terhadap penyakit. Begitu pun dengan sinar matahari, bila kekurangan sinar matahari pertumbuhan mawar tidak akan tumbuh dengan baik salah satunya batang menjadi tidak kokoh dan warna pada bunga mawar biasanya menjadi pucat.

Lalu bagaimana bila sedang musim hujan?

Hujan merupakan musuh yang nyata bagi tanaman mawar, bila sedang musim hujan otomatis dia tidak dapat menerima matahari yang cukup. Pada musim hujan lah penikmat tanaman mawar sesungguhnya di uji dalam hal perawatannya.

Perawatan mawar harus benar-benar ekstra bila sedang musim hujan. Lalu bagaimana cara menghadapi musim hujan bagi tanaman mawar? Apa saja yang harus Anda lakukan terhadap tanaman mawar Anda bila masuk musim hujan? Silahkan baca kedua tips di bawah ini:

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Mawar Terkena Hujan?

Tips Agar Mawar Tahan Terhadap Hujan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here