Kesalahan Umum Yang Sering Terjadi Ketika Menanam Mawar

Halo teman-teman pecinta bunga mawar, kali ini kami akan mencoba membahas masalah kesalahan umum menanam mawar. Namun, kesalahan penanaman mawar ini hanya terbatas bagi Anda yang suka membeli tanaman mawar melalui online.

Mengapa? Karena berbeda jika Anda membeli langsung kepada pedagang tanaman hias mawar yang ada di tempat Anda dimana bentuk bibit mawar sudah dalam bentuk polibag lengkap dengan medianya. Sedangkan bila Anda membeli bibit mawar polibag dengan cara online, baik itu membeli kepada kami maupun kepada penjual online lainnya, pada dasarnya teknik pengemasannya tidak jauh berbeda.

Ilustrasi

Baca: Cara Pengemasan Bibit Mawar Kami.

Pada umumnya penjual bibit mawar polibag online (bukan benih biji mawar). Membuang media tanam yang ada pada polibag mawar dan hanya menyisakannya sedikit saja. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban berat yang akan berdampak kepada biaya ongkos kirim juga untuk memudahkan pengemasan paket agar mawar tidak rusak.

Kesalahan Umum Yang Biasa Terjadi

Pada dasarnya media tanam yang paling bagus untuk mawar adalah media tanam yang gembur dan tidak padat. Untuk membuat media tanam yang gembur ini bisa dibuat dengan mencampurkan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 2:1 (pupuk kandang 2 dan tanah 1). Bisa juga menggunakan tanah humus atau tanah yang sudah berkompos yang biasanya banyak dijual di toko pertanian.

Biasanya untuk meminimalisir tingkat kerepotan, para pecinta mawar langsung menanam mawar yang dibeli dari online dengan menggunakan media tanah berkompos tersebut. Namun hal ini adalah kesalahan utama yang banyak tidak disadari oleh para pecinta mawar.

Lalu, mengapa tidak bisa? Jawabnya dikarenakan bibit mawar polibag yang diberi dari online telah dibuang medianya dan telah mengalami perjalanan jauh yang memakan waktu hingga berhari-hari, sehingga pada umumnya bibit mawar tersebut harus melewati proses adaptasi pada lingkungan baru. Akar mawar harus beradaptasi lagi dengan media tanam baru, lingkungan baru dan cuaca baru.

“Pada tahapan tersebut, akar mawar dapat dikatakan dalam kondisi lemah sehingga kita harus hati-hati dalam merawatnya.”

Nah, ketika kita menambahkan tanah berkompos atau mengandung pupuk dan kenapa tidak boleh adalah karena pada dasarnya pupuk itu bersifat panas. Lalu, ketika tanaman pindahan (mawar) tersebut langsung diberikan media yang mengandung pupuk dimana kondisi akar belum kuat (dalam proses adaptasi), lantas otomatis akar mawar tidak dapat menahan panasnya pupuk tersebut sehingga pada akhirnya mengakibatkan mawar menjadi gosong.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda harus menanam mawar dengan media tanam yang tidak mengandung pupuk tetapi juga jangan menggunakan media tanah saja. Media tanah memang tidak mengandung pupuk, akan tetapi hasilnya bila Anda menggunakan tanah, media tanam akan menjadi padat dan khususnya bunga mawar, dia tidak menyukai media tanam yang terlalu padat karena akarnya sulit untuk tumbuh. Lantas media tanam apa yang bagus untuk proses adaptasi mawar?

Yang paling bagus adalah dengan menggunakan sekam mentah yang masih baru (belum pernah dipakai), akan tetapi bila tidak ada bisa menggunakan sekam bakar (baru) atau cocopeat (baru) atau campuran ketiganya. Karena media tanam tersebut tidak mengandung pupuk juga tidak padat. Ingat harus yang baru ya, kadang ada juga yang memakai sekam bekas (bekas dijadikan media tanam). Penggunaan media tanam bekas tidak boleh digunakan karena nutrisi yang terkandung sudah habis dan biasanya banyak bakteri yang dapat mengakibatkan mawar terkena penyakit.

Ketika tanaman mawar sudah beradaptasi dengan baik, maka Anda boleh menambahkan pupuk kandang atau kompos kepada medianya untuk memaksimalkan pertumbuhan mawar.

Untuk tips lebih lengkap mengenai cara penanaman bibit mawar yang dibeli hasil online. Silahkan baca artikel kami berikut: Tips Perlakuan Bibit Mawar Yang Baru Sampai di Tangan Anda.

Lalu, banyak juga yang mengeluh kepada kami mengenai mawarnya yang sudah dibeli dari pedagang tanaman hias, lalu ketika mawar itu mereka tanam di rumah, hasilnya adalah selalu mati. Hal ini biasanya disebabkan karena faktor perawatan yang kurang baik. Karena pada dasarnya bunga mawar itu merupakan tanaman yang cukup manja, sehingga diperlukan perawatan wajib yang harus selalu dilakukan.

Untuk itu silahkan dibaca tips perawatan wajib bunga mawar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here