Jangan Lakukan Hal Ini Pada Tanaman Suplir

Suplir adalah tanaman hias yang termasuk kedalam tumbuhan paku. Suplir merupakan tanaman hias berwarna hijau yang sangat indah untuk dijadikan tanaman penghias ruangan atau taman. Warnanya yang hijau cerah sungguh menyejukkan mata para pemandangnya. Suplir itu memiliki banyak ragam atau jenisnya. Namun beberapa diantaranya yang paling populer adalah suplir dollar, suplir sledri (suplir tusuk sate), suplir betok, suplir buaya dan suplir buaya mini.

Lalu, bagaimana cara perawatannya? Apakah mudah atau sulit? Ternyata merawat tanaman suplir sangatlah mudah, namun Anda tidak boleh atau jangan pernah melakukan satu hal yang biasanya bagus untuk tanaman lain tetapi tidak bisa dilakukan kepada tanaman hijau ini.

Sebelum kami beri tahu rahasia perawatan yang tidak boleh dilakukan pada tanaman suplir. Yuk, kita simak dulu cara perawatan suplir yang harus kita lakukan agar suplir tumbuh subur makmur:

Cara Perawatan Suplir

Terkadang daun suplir suka mengering. Hal ini bisa dikarenakan kekurangan air, terlalu kepanasan atau memang karena daunnya sudah tua. Nah, bila terdapat daun suplir yang mengering, sebaiknya Anda cepat memangkasnya dari ujung batang (pangkal batang). Karena bila dari satu batang suplir daunnya ada yang sudah mengering, dia tida bisa tumbuh lagi daun baru dari batangnya tersebut melainkan akan membuat daun lain pada satu batang tersebut kering juga.

Suplir Sledri

Sehingga dengan cara memotong dari pangkal batangnya, akan merangsang pertumbuhan tunas atau batang baru yang tentunya akan menghasilkan daun baru. Jadi, bila konsisten membuang daun yang mengering seperti ini, maka suplir tidak akan botak karena tunas baru akan terus terangsang.

Cara Penyimpanan Suplir

Suplir bisa disimpan baik itu di dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor). Hanya saja ada beberapa hal yang harus dilakukan terkait masalah penyimpanan ini. Bila Anda memilih untuk menyimpannya dalam ruangan, Anda harus menjemurnya seminggu 2 kali pada matahari pagi sekitar 2-4 jam.

Bila Anda memilih untuk menyimpannya diluar ruangan. Anda harus menyimpan suplir dibawah naungan atau matahari tidak langsung. Bila tanaman ini disimpan langsung terkena matahari dan berlangsung sepanjang hari (full sun), biasanya tanaman hias ini cepat gosong karena sebenarnya habitat aslinya berada pada tempat yang lembap. Akan tetapi, bila terkena matahari langsung namun hanya matahari pagi saja, maka hal ini boleh dilakukan karena matahari pagi panasnya tidak menyengat.

Cara Penyiraman Suplir

Cara penyiraman suplir dibedakan berdasarkan tempat penyimpanannya. Bila Anda menyimpannya dalam ruangan, maka penyiraman baiknya dilakukan maksimal setiap 2 hari sekali pada pagi hari atau sekurang-kurangnya setiap 3 hari sekali.

Sebaliknya, bila Anda menyimpan suplir di luar ruangan yang hanya terkena matahari pagi saja atau matahari tidak langsung, maka penyiraman harus dilakukan sekali dalam sehari pada pagi hari.

Siramlah suplir yang di indoor maupun outdoor dengan daunnya agar terlihat lebih segar dan menghilangkan debu-debu yang menempel.

Perawatan Media Tanam Suplir

Media tanam yang paling disukai supplir adalah tanah yang gembur dan kaya akan bahan organik. Tanah ini biasa kita sebut dengan tanah humus dan tanah humus yang terbaik berdasarkan pengalaman kami adalah tanah yang dicampur dengan daun bambu kering yang sudah busuk dan telah dipotong-potong.

Bila Anda merawat suplir dalam pot, seiring berjalannya waktu, biasanya media tanam dalam pot yang tadinya padat akan menjadi gembos akibat penyerapan nutrisi melalui akar suplir. Nah, secara logika, bila nutrisi dari media tanam berkurang, maka pertumbuhan suplir bisa terganggu karena nutrisi yang dapat dia ambil menjadi kurang.

Oleh karena itu, Anda harus rutin mengecek kepadatan media tanam minimal sebulan sekali. Cara mengeceknya mudah saja, Anda tinggal menekan-nekan media tanam dengan tangan Anda. Bila ketika ditekan media tanam langsung gembos kebawah berarti itu tandanya media tanam harus Anda tambah lagi.

Media tanam yang bisa ditambahkan adalah media tanam yang bersifat netral tanpa mengandung unsur pupuk kandang atau pun pupuk kimia. Sebaiknya Anda hanya menambahkan lagi tanah humus.

Jangan Melakukan Hal Ini Pada Suplir

Akhirnya sekarang kita berada pada inti dari judul artikel ini. Namun tidak ada salahnya juga kan Anda mengetahui cara perawatan yang telah kami sampaikan di atas. Jadi hal apa sih yang tidak boleh dilakukan pada tanaman hias hijau ini?

Sebenarnya hal ini lumrah dilakukan untuk tanaman hias yang lain dan bahkan hal yang tidak boleh dilakukan pada suplir ini berbanding terbalik dengan tanaman lainnya. Bila tanaman lain akan bagus dengan cara ini, namun sebaliknya tanaman suplir bisa mati karenanya.

Bila tanaman hias yang lain semisal bunga mawar perlu rutin dilakukan penyemprotan anti hama menggunakan pestisida dan juga pemupukkan baik itu dengan pupuk kimia seperti NPK atau pupuk kandang. Nah, sebaliknya dengan suplir, jangan pernah tanaman ini disemprot dengan pestisida atau diberi pupuk kandang atau pupuk kimia seperti NPK.

Kenapa tidak boleh? Berdasarkan pengalaman kami, bila suplir disemprot pestisida atau diberi pupuk khususnya pupuk kimia seperti NPK, suplir biasanya akan kering gosong. Hal ini sepertinya dikarenakan suplir tidak kuat menerima bahan-bahan yang bersifat panas dan pestisida atau pupuk berbahan kimia pada dasarnya bersifat panas.

Lalu, bagaimana cara pemupukkan pada suplir? Sebenarnya suplir tidak perlu diberi pupuk, yang terpenting adalah cara perawatan yang telah kami sampaikan di atas dilakukan dengan rutin dan konsisten. Suplir juga tidak perlu disemprot pestisida karena tanaman ini terbilang jarang sekali terkena hama.

Namun, memang ada nilai plus bila kita bisa menambahkan nutrisi tambahan selain daripada penyiraman dan media yang digunakannya yakni tanah humus. Ya, kita masih bisa memberinya nutrisi tambahan sebagai pengganti pupuk kimia atau pupuk kandang. Unik memang, namun telah terbukti berhasil, yakni kita bisa memberikannya sedikit vetsin setiap 1 bulan sekali sebagai pengganti pupuk.

Selain vetsin, tanaman ini suka dengan yang amis-amis. Nah, bila Anda suka masak daging-dagingan atau ikan-ikanan, air bekas cucian daging atau ikan bisa kita siramkan kepada tananam ini. Itulah perawatan yang bisa dilakukan kepada bunga suplir. Sebagai bonus, ternyata merawat suplir ada mitos yang sebagian orang mempercayainya. Apakah mitos itu?

Mitos Tanaman Suplir

Ya, terdapat mitos pada perawatan suplir dimana sebagian orang mempercayainya. Bila Anda telah merawat suplir sebaik mungkin namun suplir yang kita rawat tersebut tetap tidak mau rimbun atau botak dan tidak sedap dipandang, hal ini katanya bahwa yang punya suplir sedang mengalami kondisi keuangan yang kurang baik.

Sebaliknya bila suplir yang kita rawat terus tumbuh subur, katanya hal ini menandakan bahwa pemilik suplir sedang memiliki kondisi keuangan yang baik. Percaya atau tidak percaya, hanya Anda yang bisa menjawabnya dan mungkin Anda harus mencoba merawat tanaman ini bila belum memilikinya untuk membuktikan apakah mitos ini benar atau tidak?

Bila Anda tertarik dengan tanaman hijau ini, Anda bisa memesannya kepada kami dengan cara menghubungi kami di 082129115607, atau bisa lihat-lihat jenis suplir yang kami punya melalui akun instagram kami di @bungamawar_com.

Terima kasih, untuk melengkapi tips perawatan suplir ini, kami pun telah membuatkan versi videonya yang bisa Anda tonton di bawah ini. Jangan lupa klik berlangganan (subscribe) pada channel youtube kami untuk mendapatkan tips-tips seputar perawatan tanaman hias.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here