10 Jenis Aglonema Merah dan Cara Perawatannya

Sebenarnya tidak banyak jenis aglonema merah, karena jenis tanaman hias aglaonema kebanyakan memiliki daun hijau bermotif silver (keperakan). Jenis-jenis aglaonema merah pun kebanyakan memiliki warna dasar hijau, ada 2 jenis yang memiliki warna merah yang lebih dominan yakni aglonema red kochin dan aglonema red ruby. Selain itu, jenis-jenis lainnya memiliki warna kemerahan dengan masih didominasi warna hijau atau dengan perbandingan yang sama.

Berikut adalah 10 Jenis Aglonema Merah

1. Aglonema red kochin

2. Aglonema red ruby

3. Aglonema legacy

4.Aglonema pride of sumatra

5. Aglonema adelia

6. Aglonema widuri

7. Aglonema tiara

8. Aglonema bidadari

9. Aglonema lipstik

10. Aglonema dud anjamani

Cara Perawatan Aglaonema Merah

Ini adalah tips dan panduan bagaimana cara merawat tanaman hias Aglonema merah mulai dari tips penyiraman, cahaya yang dibutuhkan, rekomendasi temperatur dan kelembaban serta tips tambahan lainnya untuk membantu sahabat tanam dalam merawat tanaman ini.

Aglaonema red kochin

Foto: Blue Aglaonema

Kebutuhan Cahaya Sinar Matahari

Bila jenis aglonema berwarna hijau keperakan lebih membutuhkan cahaya yang lebih sedikit, berbeda dengan aglonema yang memiliki warna cerah seperti aglonema merah yakni membutuhkan cahaya yang lebih banyak. Paling bagus adalah sinar matahari tidak langsung agar warna merah atau kemerahannya timbul sempurna.

Jangan sampai tanaman hias ini disimpan di bawah matahari langsung karena akan mengakibatkan daunnya kecoklatan (gosong). Walaupun aglaonema merah juga dapat mentoleransi cahaya rendah, namun biasanya warna kemerahannya menjadi kurang timbul dan bercaknya kurang banyak.

Jadi bila aglaonema ini akan ditumbuhkan di dalam rumah, carilah spot di rumah yang memiliki cahaya terang semisal di belakang jendela rumah. Bisa juga di tempat mana pun yang ruangannya terang, namun sahabat tanam kemungkinan perlu menjemur mereka setiap 2 kali dalam seminggu agar kebutuhan cahaya untuk membuat warna merahnya tetap sempurna.

Tips Penyiraman

Tanaman ini menyukai media tanam yang terjaga kelembabannya, namun bukan berarti medianya harus terus disiram sehingga membuatnya becek. Karena bila terlalu banyak air, akarnya akan busuk. Kuncinya adalah hanya tetap membuat media tanam bawahnya lembab.

Kadang bila dilihat oleh mata, permukaan media tanam terlihat mengering namun sebenarnya bagian dalamnya masih lembab. Oleh karena itu, untuk memastikan bagian dalam media tanam masih lembab atau kering adalah dengan cara memasukkan telunjuk jari Anda sekitar 1 ruas buku, kemudian rasakanlah bila masih terasa lembab, Anda tidak perlu menyiramnya dulu, sebaliknya bila terasa sudah agak kering, berarti itu waktunya Anda untuk melakukan penyiraman.

Preferensi Kelembaban Lingkungan

Tanaman ini bisa bertahan dengan tingkat kelembaban yang rendah, tetapi kondisi ideal agar tanaman ini tumbuh dengan baik adalah dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Sehingga tanaman ini perlu dilakukan penyemprotan embun secara reguler pada bagian daunnya terlebih bila suhu udara di tempat sahabat tanam cukup panas.

Suhu Optimal

Suhu ruangan yang paling optimal untuk aglonema merah berkisar pada 16 derajat celsius sampai 22 derajat celcius. Walaupun lebih atas dari itu pun tidak apa-apa karena masih bisa kita bantu dengan penyemprotan embun. Yang tidak boleh adalah suhu dingin di bawah 10 derajat celcius. Beruntung di Indonesia tidak ada musim dingin. Oleh karena itu juga sebenarnya kebanyakan jenis aglonema berasal dari Indonesia.

Nutrisi Tambahan

Walaupun yang terpenting dalam merawat tanaman hias ini adalah tidak terkena matahari langsung dan tetap menjaga kelembabannya. Namun, mereka juga perlu diberi nutrisi tambahan agar pertumbuhannya lebih optimal. Beri mereka pupuk setiap 1 bulan sekali.

Perawatan Tambahan

Masalah yang biasanya terjadi pada tanaman hias aglaonema adalah mengeringnya ujung daun yang berubah menjadi kecoklatan. Hal ini biasanya terjadi akibat kelebihan air, kelebihan pupuk atau lainnya.

Bisa juga dikarenakan air yang kita gunakan untuk menyiram mengandung garam, klorin dan fluoride. Bila air yang ada di rumah kita mengandung klorin dan fluoride, tampunglah terlebih dahulu airnya dalam sebuah wadah terbuka semisal ember dan simpan semalaman sebelum kita pakai untuk menyiram. Dengan menampungnya semalaman dapat membantu mengurangi kandungan klorin dan fluoride.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top