Tanaman Yang Memiliki Aktivitas Antivirus

Dunia saat ini sedang dihebohkan dengan adanya wabah virus corona atau yang memiliki nama resmi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus yang pertama kali merebak di daerah Wuhan, China pada akhir Desember 2019 ini merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan.

Virus ini dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut hingga menyebabkan kematian.  Penyakit yang ditimbulkan oleh infeksi virus ini disebut COVID-19. Sampai artikel ini diturunkan (21 Maret 2020), belum ada obat atau vaksin yang dapat mengatasi virus ini.

Virus ini sudah menyebar ke 160-an lebih Negara termasuk Indonesia. Saat ini ditenggarai terdapat tanaman yang dianggap mampu mengatasi penyebaran virus corona. Tanaman tersebut adalah Kina atau Cinchona plant.

Penelitian Awal Tanaman Kina

Ilmuwan di Wuhan Institute of Virology’s State Key Laboratory of Virology menulis makalah yang terbit pada Cell Research bahwa klorokuin dan antivirus remdesivir disebut sangat efektif dalam menghambat replikasi virus corona dalam kultur sel.

Hal tersebut didukung oleh pernyataan professor di Emerging Pathogens Institute di Universitas Florida bahwa klorokuin ini bisa dijadikan obat tahap awal.

Akhir-akhir ini di Indonesia pernyataan tersebut dibenarkan juga oleh periset dari UNPAD (Universitas Padjajaran Bandung) yakni Profesor Keri Lestari yang menyebut tanaman kina selain sebagai obat malaria ampuh mengatasi penyebaran virus corona.

Atas dasar tersebut, Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) menginginkan perguruan tinggi di Jawa Barat meriset bukti empiris dari klorokuin fostat pada tanaman kina. Semoga saja kandungan yang terdapat pada tanaman kina memang terbukti secara empiris dapat mengobati penyakit covid-19 ini, kita tunggu saja dan tetap berdoa agar penyebaran virus corona dapat dihentikan.

Sekilas tentang tanaman kina, ternyata tanaman ini memang sudah menjadi tanaman obat dari dulu dan digunakan untuk mengobati demam, kram kaki yang disebabkan oleh kejang pembuluh darah, wasir internal, varises hingga malaria.

Semua penyakit yang ada di dunia ini pasti ada obatnya, hanya saja ada yang sudah ketemu dan ada yang belum ketemu. Obat-obatan yang dibuat oleh manusia biasanya bahan bakunya kembali lagi dari alam. Sebelum kina terbukti secara empiris bisa mengatasi corona, ternyata terdapat tanaman yang sudah teridentifikasi memiliki aktivitas antivirus, beberapa diantaranya bahkan sering dijadikan sebagai tanaman hias. Apa saja tanaman yang memiliki aktivitas antivirus? Silahkan dibaca terus ke bawah.

Jenis-jenis Tanaman Yang Telah Teridentifikasi Memiliki Aktivitas Antivirus

Ternyata sudah banyak sekali berbagai jenis tanaman yang telah teridentifikasi memiliki aktivitas antivirus yang berguna untuk manusia atau pun hewan. Berbagai jenis tanaman tersebut telah dilaporkan dapat melawan virus Herpes (penyakit kulit), HIV (penyebab AIDS), Influenza (flu), Hepatitis (peradangan organ hati), Respiratory Syncytial Virus (virus pernapasan umum), Vesicular Stomatitis Virus (peradangan yang muncul di mulut).

Tanaman Yang Memiliki Aktivitas Antivirus Melawan Herpes

  • Achyrocline Flaccida
  • Allium Sativum (bawang putih)
  • Aloe Vera (Lidah Buaya)
  • Anagallis Arvensis  (Scarlet Pimpernel)
  • Andrographis Paniculata (Sambiloto)
  • Bergenia Ciliata (Hairy Bergenia)
  • Bostrychia Montagnei (Sea moss)
  • Caesalpinia Pulcherrima (Kembang Merak)
  • Canavalia Ensiformis (Kacang Parang)
  • Cassia Angustifolia (Jati Tiongkok)
  • Cedrela Tubiflora
  • Cicer Arietinum (Kacang Arab)
  • Clerodendrum Inerme  (Volkameria Inermis)
  • Cocos Nucifera (Kelapa)
  • Conyza Canadensis (Horseweed)
  • Dianthus Caryophyllus (Carnation/Anyelir)
  • Echinacea Purpurea  (Purple coneflower)
  • Foeniculum Vulgare (Fennel/Adas)
  • Geum Japonicum (Asian Herb Bennet)
  • Glycyrrhiza Glabra (Licorice)
  • Glyptopetalum Sclerocarpum
  • Hamamelis Virginiana (American Witch-Hazel)
  • Hancornia Speciosa
  • Helichrysum Aureonitens
  • Homalanthus Phagedenic
  • Hyssopus Officinalis (Hisop)
  • Macrula Cochinchinensis (Sisir/Kaliage)
  • Melia Azedarach (Mindi Kecil)
  • Melissa Officinalis (Lemon Balm)
  • Momordica Charantia (Peria/Pare)
  • Myrica Rubra (Yangmei)
  • Ocimum Americanum (American Basil)
  • Ocimum Basilicum (Basil/Selasih)
  • Ocimum Sanctum (Holy Basil/Ruku-ruku)
  • Origanum Vulgare (Oregano/Pot Marjoram)
  • Ouratea castaneifolia
  • Ouratea semiserrata
  • Ouratea Spectabilis
  • Pandanus Amaryllifolius (Pandan Wangi)
  • Phyllanthus Orbicularis
  • Phyllanthus Urinaria (Meniran)
  • Podophyllum Peltatum  (Mayapple)
  • Polygonum Spectabile
  • Pterocaulon Sphacelatum (Apple Bush)
  • Punica Granatum (Delima)
  • Quillaja Saponaria (Soapbark)
  • Rhamnus Frangula (Alder Buckthorn)
  • Rhamnus Purshiana (Cascara Buckthorn)
  • Rheum Officinale (Kelembak)
  • Rhinacantus Nasutus (Manukan)
  • Rhus Aromatica (Fragrant Sumac)
  • Rhus Javanica
  • Salvia Rosmarinus (Rosemary)
  • Saponaria Officinalis (Soapwort)
  • Spirulina Platensis (Alga)
  • Syzygium Aromaticum (Cengkih)

Tanaman Yang Memiliki Aktivitas Antivirus Melawan HIV

  • Agastache Rugosa (Korean Mint)
  • Calophyllum Brasiliense (Guanandi)
  • Calophyllum Inophyllum (Nyamplung)
  • Calophyllum Teysmannii
  • Castanospermum Australe (Kacang Hitam)
  • Corydalis Yanhusuo
  • Daucus Maritimus
  • Gelonium multiflorum
  • Geom Japonicum
  • Glycyrrhiza Glabra (Licorice)
  • Kadsura Heteroclita
  • Monotes Africanus
  • Panax Ginseng (Ginseng Asia)
  • Phaseolus Lunatus (Kacang Kratok)
  • Phaseolus Vulgaris (Kacang Buncis)
  • Prunella Vulgaris (Heal-All)
  • Quillaja Saponaria (Soapbark)
  • Rhizophora Mucronata (Bakau Kurap)
  • Rhus Succedanea (Toxicodendron Succedaneum)
  • Ricinus Communis (Jarak)
  • Salvia Rosmarinus (Rosemary)
  • Shepherdia Argentea (Silver Buffaloberry)
  • Taraxacum (Dandelion/Rada tapak)
  • Terminal Chebula (Myrobalan)
  • Trichosanthes Kirilowii
  • Vigna Unguiculata (Kacang Tunggak)

Tanaman Yang Memiliki Aktivitas Antivirus Melawan Influenza

  • Agrimonia Pilosa  (Hairy Agrimony)
  • Aloe Vera (Lidah Buaya)
  • Aronia Melanocarpa (Chokeberry)
  • Astragalus Propinquus (Milkvetch)
  • Bergenia Ciliata (Hairy Bergenia)
  • Camellia Sinensis (Tanaman Teh)
  • Cistus Incanus (Mawar Karang)
  • Clinacanthus Siamensis
  • Commelina Communis (Asiatic Dayflower)
  • Echinacea Purpurea  (Purple coneflower)
  • Geranium Sanguineum (Bloody Crane’s-bill)
  • Narcissus Tazetta (Bunch-flowered daffodil)
  • Pandanus Amaryllifolius (Pandan Wangi)
  • Rhinacantus Nasutus (Manukan)
  • Salvia Rosmarinus (Rosemary)
  • Saponaria Officinalis (Soapwort)
  • Sambucus (Elderberry)
  • Scutellaria Baicalensis
  • Taraxacum (Dandelion/Rada tapak)
  • Toddalia Asiatica
  • Zingiber Officinale (Jahe)

Tanaman Yang Memiliki Aktivitas Antivirus Melawan Hepatitis

Melawan Virus Hepatitis A

Salvia Rosmarinus (Rosemary)

Spirulina Platensis

Dianthus Caryophyllus (Carnation/Anyelir)

Melawan Virus Hepatitis B

Taraxacum (Dandelion/Rada tapak)

Phyllanthus Urinaria (Meniran)

Melawan Virus Hepatitis C

Astragalus Propinquus (Milkvetch)

Trachyspermum Ammi (Ajwain)

Embelia Schimperi

Solanum Nigrum (Ranti/Lenca)

Acacia Nilotica (Akasia Berduri)

Cannabis Sativa (Hennep)

Daucus Maritimus

Tanaman Yang Memiliki Aktivitas Antivirus Melawan Respiratory Syncytial Virus

Narcissus Tazetta (Bunch-flowered daffodil)

Selaginella Sinensis

Schefflera Heptaphylla

Barleria Prionitis (Porcupine Flower)

Glycyrrhiza Glabra (Licorice)

Markhamia Lutea

Mentha x Piperita (Peppermint)

Tanaman Yang Memiliki Aktivitas Antivirus Melawan  Vesicular Stomatitis Virus

Allium Sativum (Bawang Putih)

Cedrela Tubiflora

Justicia Procumbens

Melia Azedarach (Mindi Kecil)

Catatan dan Kesimpulan

Mohon untuk dipahami bahwa tanaman-tanaman di atas merupakan tanaman yang telah teridentifikasi dapat melawan beberapa aktivitas antivirus, namun bukan berarti dengan mengkonsumsi tanaman tertentu dapat menyembuhkan langsung virus-virus yang telah disebutkan di atas.

Ilmuwan kedokteran harus mengambil terlebih dahulu ekstrak yang dibutuhkan pada tanaman tersebut untuk diolah menjadi antivirus. Dan tidak semua virus dapat disembuhkan dengan ekstrak-ekstrak yang terdapat pada tanaman-tanaman tersebut. Contohnya seperti kita ketahui sampai saat ini, penyakit AIDS yang ditimbulkan dari virus HIV belum ditemukan obatnya, yang baru ditemukan adalah obat untuk memperlambat aktivitas virusnya.

Jadi, tulisan ini diturunkan semata-mata untuk menambah pengetahuan kita bahwa di sekitar kita ada berbagai macam tanaman yang memang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Salah satunya bisa dijadikan obat yang dapat melawan virus. Tidak mustahil bahwa masih banyak tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat atau sebagai antivirus yang belum teridentifikasi oleh manusia.

Referensi

Mengenal Manfaat Lain Kina, Tanaman Yang Disebut Obat Corona Covid 19

Plant as a Source of Natural Antiviral Agents

15 Impressive Herbs with Antiviral Activity

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top